Senin, 12 November 2012

Aku dan Wanita


Awalnya aku pikir aku akan mengenakan kerudung tahun depan, tidak menyangka sekali kalau secepat ini aku bisa memakai kerudung, karena aku pun punya nazar, kalau aku mencapai sesuatu yang aku inginkan aku akan mengenakan kerudung. Ini berawal ketika aku sakit beberapa hari yang lalu, tepatnya tanggal 2 November hari Jumat kemarin seharian penuh aku habiskan untuk tidur, tapi ternyata inilah inti dari sakitku, aku bermimpi. Aku bermimpi seram sekali, tapi ini bukan mimpi buruk, ini mimpi yang menyadarkan aku untuk berkerudung. Tidak usah aku ceritakan secara detail seperti apa mimpinya, pokoknya inti dari mimpiku, aku tidak bisa keluar dari sebuah tempat kalau aku tidak memakai kerudung.

Sebenarnya memang dasar aku yang bebal, sudah tau memakai kerudung adalah kewajiban wanita dalam Islam kenapa masih punya pikiran "tunggu siap dulu" "tunggu punya akhlak baik dulu" "tunggu punya manner wanita muslimah yang benar dulu" halaaaah basi banget deh aku, apa kalau mau masuk surga harus tunggu menunggu? ketika wanita berkerudung yang lain sudah berbondong-bondong masuk surga, apa aku harus tunggu siap dulu?

Sebenarnya sih semua butuh proses, menuju ke hal yang baik itu pasti butuh proses, nah makanya dulu basis pemikiranku adalah aku harus mempunyai manner wanita muslim yang sesungguhnya, ntah itu perbuatan, perkataan, pikiran, dll setelah aku pakai kerudung nanti. Karena bagiku, wanita berkerudung harus sudah tau  batas. Batas apa saja yang sudah diberikan Islam untuk wanita, apalagi di zaman sekarang. Tapi sekarang aku berpikir bahwa kerudung adalah alat pembantu untuk mendapatkan sebuah proses, proses yang akan kita lihat hasilnya di akhirat kelak. Jadiiiiii jangan tunggu menunggu punya manner baik lah, sikap baik lah, tunggu siap lahir bathin lah, karenaaaa dengan berkerudung itulah insyaAllah kita bisa dapetin semua yang kita tunggu itu.

Aku mengerti, kita masih muda, kita adalah wanita muda yang masih ingin sekali ikut trend fashion sekarang, tapi ingat, kita berbeda, kita adalah wanita muslim yang harus berpenampilan apa yang sudah diaturkan dalam Islam. Bukankah menjadi yang beda itu keren? Nah disinilah kita tunjukkan kalau wanita muslim berkerudung tetap bisa kreatif dengan fashion, berpenampilan modern, berpikir pintar, bersikap cerdas, berilmu pengetahuan luas, mengerti dunia, memahami semesta.



Kalau katanya rambut adalah mahkota wanita, nah harus dijaga dong berarti, jangan sampai orang biasa bisa memegang rambut kita, hanya orang-orang tertentu saja yang boleh melihat keindahan rambut kita. Dan aku akui setelah memakai kerudung kesehatan rambut lebih baik loh, itu berarti Allah menunjukkan kalau keindahan yang wanita punya setelah ditutup akan meningkat dan hanya boleh dilihat oleh mahramnya dan suaminya saja.

Semenjak aku berkerdung, setiap kali aku ngebolang (jalan-jalan sendirian) aku selalu merasa bangga dan aman, karena aku membawa tiga gelar dalam setiap langkahku, pertama aku adalah seorang wanita, kedua aku adalah wanita muslim, dan ketiga aku hidup dalam zaman kini. Mengerti maksud ketiga gelar yang aku sebutkan itu? Begini, gelar pertama artinya adalah wanita menyimbolkan sosok yang manis, penyayang, lembut, indah, centil, bersolek dan sifat wanita lainnya. Gelar kedua artinya wanita yang berbasis Islam, sholihah, berkepiawaian anggun dan elegan, bersikap apa yang sudah seharusnya wanita muslim lakukan. Gelar ketiga hidup di zaman sekarang yang berarti di zaman globalisasi ketika hedonisme memengaruhi umat manusia yang hidup di zaman sekarang. Jadiiiiiii, kalau ketiga gelar itu aku gabungkan berarti setiap wanita muslimah yang berkerudung adalah sosok wanita yang berkepiawaian mulia yang bisa mempertahankan ajaran Islam di zaman yang cenderung membelokkan pribadi dari jalan Islam dan menuntut menjadi hedonisme.

Wanita itu mahal, hebat, berharga, makanya harus dijaga kehormatannya, Islam sudah jelas sekali bagaimana seorang wanita harus bersikap, berpenampilan dan bersifat, bagiku mau setidak menarik apapun fisik seorang wanita tapi mempunyai hati yang mulia pasti selalu akan terlihat cahayanya, inner beauty selalu akan tampak di fisiknya. Aku selalu kesal dengan laki-laki yang selalu mengejek fisik seroang wanita, mau itu hanya sebuah bercandaan, tapi tetap saja aku benci sekali jika fisik sudah dijadikan sebuah bahan tertawaan apalagi dasar penilaian. Bagiku, merekalah yang berbusana longgar, panjang, mempunya malu jika terlihat auratnnya, tidak mau disentuh yang bukan mahramnya adalah wanita yang sangat menjaga kekualitasan dirinya. Bukankah di dalam kerang yang tidak begitu menarik terdapat mutiara yang indah? lalu kenapa kita harus menilai kerang itu dari luarnya saja? sedangkan isi dari kerang itu indah sekali dan bernilai tinggi.

Wanita itu seperti mutiara, indah, mahal, bersih, terlindungi. Mutiara yang ditempatkan yang susah didapatkan oleh penyelam dan dilindungi kerang, makanya untuk mendapatkan mutiara yang baik, si penyelam harus mempersiapkan diri yang baik pula. Begitu juga dengan wanita, kalau wanita inigin mendapatkan seseorang yang baik, si wanita harus menempatkan dirinya menjadi wanita yang hanya kepada orang tertentu bisa mendapatkan si wanita, mengerti? hehe

Baiklah, terakhir di post aku ini aku ingin kasih liat dialog yang pernah dilakukan pria Inggris dengan pria muslim.


Pria Inggris : "Kenapa dalam Islam wanita tidak boleh jabat tangan dengan pria?"

Pria Muslim : "Bisakah kamu berjabat tangan dengan ratu Elizabeth?"

Pria Inggris : "Oh tentu tidak bisa! cuma orang² tertentu saja yg bisa berjabat tangan dengan ratu."

Pria Muslim : "Wanita wanita  kami (muslimah) adalah para ratu, & ratu tidak boleh berjabat tangan dengan pria sembarangan ( bukan mahramnya)".


Nah dialog diatas menunjukkan betapa mulianya dan dihormatinya wanita dalam Islam.
Alhamdulillah aku wanita dan muslim.
:)

Tidak ada komentar: