Tampilkan postingan dengan label islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label islam. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 April 2013

Kenapa Sastra

Ajarkanlah sastra kepada anak-anakmu, agar mereka berani melawan ketidakadilan
Ajarkanlah sastra pada anak-anakmu, agar mereka berani menegakkan kebenaran
Ajarkanlah sastra kepada anak-anakmu, agar jiwa-jiwa mereka hidup
Ajarkanlah sastra kepada anak-anakmu, 

sebab sastra akan mengubah yang pengecut menjadi pemberani.
- Umar bin Kaththab


Ada kalimat yang sangat menarik perhatian saya ketika saya membaca kutipan-kutipan kalimat dari khalifah yang saya sebutkan di atas, ya, Umar bin Khaththab. Beliau dikenal sebagai seorang pejuang perang yang pemberani tangguh ketika menghadapi musuh. Kenapa harus sastra yang diajarkan kepada anak-anak untuk menjadi pemberani? Kenapa tidak martial arts? Kenapa tidak matematika? Kenapa sastra?

Sebenarnya sudah sejak dulu saya punya sedikit perhatian di cabang ilmu sastra, karena menurut saya, dengan bersastra bisa membuat seseorang menjadi berpikir radikal namun tetap dapat menemukan titik rekonsiliasinya, eits, jangan salah mengartikan apa itu radikal ya. Dosen Strategi dan Pertahanan saya pernah menjelaskan arti radikal sesungguhnya, radikal adalah kata yang berasal dari bahasa Yunani yaitu kata radix yang berarti akar, maka berpikir radikal itu berarti berpikir kembali kepada yang akar. Nah namun kenapa kebanyakan orang selalu menganggap radikal adalah hal yang negatif? Begini, sudah banyak sekali segala hal di dunia ini dipolitisasi, akibatnya kita sudah biasa dengan yang telah terpolitisasi, maka jika ada seseorang yang melakukan suatu tak biasa atau kembali kepada yang akar atau melawan mainstream (kepada yang tak terpolitisasi) maka otomatis kita melihatnya aneh dan akan berpikir itu adalah tindakan/pikiran radikal.

Coba perhatikan saja, sastrawan memang dilahirkan memiliki keberanian yang berlebih dalam penggunaan kata-kata menjadi kalimat sederhana, kuat, dan bermakna, mereka dapat meramu kata-kata yang mengidentitaskan diri mereka adalah seorang yang berani dan mempunyai kemampuan dalam berkata-kata yang tangkas untuk menjunjung tinggi sebuah kebenaran dan keadilan.

Kalau memang faktanya demikian. Maka tesis Khalifah Umar bin Khaththab tepat sekali, tak hanya untuk di zaman beliau saja, namun di zaman kita. Lihatlah Chairil Anwar, WS Rendra, Pramoedya Ananta Toer, Joseph Brodsky, Taufiq Ismail, dan lain lain. Mereka tak pernah bosan melawan kekuasaan dan ketidakadilan. Adakalanya mereka dikucilkan, dipenjara, tapi mereka tak peduli. Lagi pula Buya Hamka pun pernah mengatakan “jika hidup sekedar hidup, babi hutan pun hidup. Jika bekerja sekedar bekerja, monyet di hutan pun bekerja” #IfYouKnowWhatIMean.

Senin, 12 November 2012

Aku dan Wanita


Awalnya aku pikir aku akan mengenakan kerudung tahun depan, tidak menyangka sekali kalau secepat ini aku bisa memakai kerudung, karena aku pun punya nazar, kalau aku mencapai sesuatu yang aku inginkan aku akan mengenakan kerudung. Ini berawal ketika aku sakit beberapa hari yang lalu, tepatnya tanggal 2 November hari Jumat kemarin seharian penuh aku habiskan untuk tidur, tapi ternyata inilah inti dari sakitku, aku bermimpi. Aku bermimpi seram sekali, tapi ini bukan mimpi buruk, ini mimpi yang menyadarkan aku untuk berkerudung. Tidak usah aku ceritakan secara detail seperti apa mimpinya, pokoknya inti dari mimpiku, aku tidak bisa keluar dari sebuah tempat kalau aku tidak memakai kerudung.

Sebenarnya memang dasar aku yang bebal, sudah tau memakai kerudung adalah kewajiban wanita dalam Islam kenapa masih punya pikiran "tunggu siap dulu" "tunggu punya akhlak baik dulu" "tunggu punya manner wanita muslimah yang benar dulu" halaaaah basi banget deh aku, apa kalau mau masuk surga harus tunggu menunggu? ketika wanita berkerudung yang lain sudah berbondong-bondong masuk surga, apa aku harus tunggu siap dulu?

Sebenarnya sih semua butuh proses, menuju ke hal yang baik itu pasti butuh proses, nah makanya dulu basis pemikiranku adalah aku harus mempunyai manner wanita muslim yang sesungguhnya, ntah itu perbuatan, perkataan, pikiran, dll setelah aku pakai kerudung nanti. Karena bagiku, wanita berkerudung harus sudah tau  batas. Batas apa saja yang sudah diberikan Islam untuk wanita, apalagi di zaman sekarang. Tapi sekarang aku berpikir bahwa kerudung adalah alat pembantu untuk mendapatkan sebuah proses, proses yang akan kita lihat hasilnya di akhirat kelak. Jadiiiiii jangan tunggu menunggu punya manner baik lah, sikap baik lah, tunggu siap lahir bathin lah, karenaaaa dengan berkerudung itulah insyaAllah kita bisa dapetin semua yang kita tunggu itu.

Aku mengerti, kita masih muda, kita adalah wanita muda yang masih ingin sekali ikut trend fashion sekarang, tapi ingat, kita berbeda, kita adalah wanita muslim yang harus berpenampilan apa yang sudah diaturkan dalam Islam. Bukankah menjadi yang beda itu keren? Nah disinilah kita tunjukkan kalau wanita muslim berkerudung tetap bisa kreatif dengan fashion, berpenampilan modern, berpikir pintar, bersikap cerdas, berilmu pengetahuan luas, mengerti dunia, memahami semesta.

Jumat, 17 Juli 2009

Alam semesta seperti terompet ?

Beberapa bulan yang lalu kan gue lagi jalan2 sndirian ke MM ( Mal deket rumah), naah gue ngliat ada buku bagus yang berjudul ''Mukjizat Sains Dalam Al-Quran'' di Gramedia akhirnya gue belilah buku ini karena uang bulanan gue masih ada sisa heheh :P.
Dan isinya meeeeeeeeeeeeeenn !!! benar2 membuka otak kalian dalam dunia Islam !!!! betapa indahnya islam ! dan ada beberapa hal menarik yang dulunya menjadi tanda tanya besar di kepala gue dan kinigue mengerti, untuk postingan kali ini gue mau share apa yang gue baca.


Pernahkah kalian berpikir mengapa harus terompet yang ditiupkan kalo kiamat datang nanti ? kalo gue sih sering berpikir kyk gitu kalo lagi ngebahas ttg kiamat di sekolah.. hehe :P
gue pikir kenapa harus terompet ? dulu saja kan pernah, Sahabat Rasullulah mengatakan kalo ingin memanggil kaumnya untuk shalat pakai terompet saja, trus juga ada yang bilang pake bell lonceng dll tapi kata Nabi Muhammad nggk boleh karena itu seperti agama lain, nah makanya Nabi Muhammad bilang lebih baik dengan adzan saja..(karena ada sahabat yang mendapat mimpi ttg adzan, pasti udh pada tau dong ceritanya yaa)
Naaaaaaaah, lalu kenapa harus terompet yang ditiup untuk kiamat nanti ?
okeee mari kita bahas hal ini !!! simak baik baik...

Frank Steiner, ilmuan University of Ulm Germany, mengamati pola titik-titik panas dan dingin radiasi mocrowave kosmik, yang bisa menggambarkan bentuk alam semesta 380.000 tahun setelah big bang. Projek Wilkinson Microwave Anisotropy Probe dari NASA membuat peta titik2 tadi secara mendetail pada 2003. Hasilnya ialah pola itu cenderung memudar, yakni tidak ada titik panas dan dingin yang tampak melebihi jarak rentang 60derajat, Ini menyimpulkan bahwa ketika mengembang, alam semesta terulur panjang. Sempit diawal dan kemudian makin lebar seperti corong mirip bentuk terompet abad pertengahan ( subhanallah !!) . selama ini bentuk alam semesta dianggap seperti bola yang mengembang kesegala arah.

Akhirnya Frank Steiner dkk yakin kalo alam semesta bukanlah berbentuk bola , tetapi berbentuk terompet, jadi alam semeta ini bukan luas tak terbatas tapi dibatasi oleh ujung terompet !!!!!!. Jadi alam ada awal dan ada akhirnya, maka hanya Allah yang tidak berawal dan tidak berakhir. Barangkali itu makna firman Allah tentang hari kiamat, kami tiup didalam trompet, maka mereka pun dikumpulkan seluruhnya (Al-Kahfi (18) ayat 99)




nah sempat tercengang gue membaca ini dan belom puas gue baca versi Indonesia, gue cari lagi versi Inggrisnya klik disini atau klik yang ini ...


actually gue juga masih ragu karena belom ngliat dengan mata gue sndiri hahaha.. lagian manusia juga punya keterbatasan untuk meneliti itu semua... jajajaja :P, jadi hanya Allah yang tau ....

Wallahualam......