Dua puluh empat jam rasanya kurang untuk dijadikan waktu dalam mengisi rutinitas sehari-hari. Terkadang manusia harus pintar benar untuk mengatur waktu agar seimbang, menyelesaikan kerjaan di kantor, bermain dengan keluarga, mengaji, dan lain lain. Semua kebutuhan fisik dan rohani harus ditata rapi dalam dua puluh empat jam, waktu serasa begitu cepat.
Datangnya bulan Ramadan rasanya membuat segala aktifitas menjadi harus serba cepat, apa lagi zaman sekarang terkadang bulan Ramadan menjadi ajang reunian dalam acara buka puasa bersama. Aku pun begitu, rasanya hampir tiap minggu pasti ada saja undangan buka puasa bersama, antara harus membagi waktu agar tetap eksis di perkumpulan teman sepermainan atau buka puasa di rumah bersama keluarga.
Sampai pada suatu hari papa mengatakan "papa mama semakin tua dan anak-anak papa semakin besar, sudah semakin sibuk ya kegiatannya sendiri. Pas Ramadan gini coba dong solat magrib di rumah aja, kan hanya satu bulan dalam setahun"
Duh papa... bisa saja membuat anaknya ini terenyuh.
---
Postingan ini sudah menjadi draft sejak Juli lalu, baru sempat dipost dan dilanjutkan tulisannya sekarang.
Postingan ini sudah menjadi draft sejak Juli lalu, baru sempat dipost dan dilanjutkan tulisannya sekarang.