Tepat seperti yang gue sangka-sangka sejak dulu, kalo orang2 daerah itu masih polos dan bersih (walaupun tidak terlalu) pikirannya. Kenapa gue bisa bilang begitu? jadi begini ceritanya...
Tanggal 8 Juni kemarin rombongan keluarga sebelah ibu gue yang dari Belinyu ( salah satu kota kecil atau bisa dibilang desa di Bangka) datang ke Jakarta, ini kali pertama mereka datang ke Jakarta untuk menghadiri pernikahan sepupu gue, sebelumnya sih sudah pernah datang ke Jakarta, tapi itu sudah lama sekali, kurang lebih 20 tahun yang lalu, sebelum gue lahir noh. Dan kalian tau bagaimana respon mereka setelah melihat situasi Jakarta? bukan, bukan karena gedung-gedung raksasa yang berjejer, tapi mereka sedih melihat pengemis, anak jalanan, preman, bahkan atok (panggilan kakek untuk orang2 Bangka) gue pengen ngasih kemplang (semcam kerupuk dari Bangka) untuk orang2 jalanan itu. Gue agak heran sih kenapa mereka sampe kaget gitu dengan kesenjangan sosial di Jakarta ini, nah setelah gue ingat2 dan banding2 dengan Belinyu, kepedulian setiap orang di Belinyu dan Jakarta beda banget, di Belinyu tuh kekeluargaannya masih tinggi sekali, kalau kita jalan pagi dan berpapasan sama orang yang ga kita kenal pasti mereka tetap nyapa, lah di Jakarta? di dalem lift aja diem2an.