Sabtu, 27 Oktober 2012

Kamu, Manusia Masa Depanku

Kamu, bisakah selipkan diriku di waktu sibukmu?
Bisa kita berbicara sebentar?

Berbicara masa depan, kita berangan, bermimpi, merencanakan mau seperti apa kita nanti. 
Ya, kamu, aku ingin berbicara segelintir impianku denganmu, ingin berbicara masa depan denganmu, karena kamu tidak membuatku jatuh cinta. 
Kamu adalah seorang partner spesial dan terbaikku untuk membangun cinta, bukan jatuh cinta. 
Kamu dan aku akan membangun cinta yang tinggi sampai ke tempat-Nya, Dia yang Maha Mencintai.

Tidak hanya membangun cinta, tapi kita akan bekerjasama menanam bibit berkualitas di negara ini, punya sekolah, panti asuhan, perpustakaan, itu impianku, tidak apa-apa kan? Kita tanam nilai-nilai agama kepada mereka dan bercerita hikmah kejadian yang pernah kita alami saat muda, agar mereka tidak salah arah, agar mereka mempunyai karakter yang terbentuk sejak dini. Mereka akan menjadi generasi yang soleh dan berilmu.


Aku tak mau hidup sederhana, aku tak mau tinggal di daerah kecil, aku ingin keliling dunia. Aku ingin membawa anak-anak melihat berbagai negara, agar wawasan mereka luas, lalu mengambil nilai positif di negara itu dan pulang menebarkan nilai positif itu di negri ini, namun tetap dalam sikap yang sederhana.

Aku yakin, akan datang suatu waktu ketika kita mampu secara materi, fisik dan rohani untuk menjalankan rukun Islam yang kelima. Aku dan kamu akan pergi ke tanah suci berdua, dengan rezeki yang kita dapat sendiri.  Disana kita akan membangun bangunanan cinta kita menjadi kokoh demi mencapai tempat-Nya.

Dan ketika tiba saatnya nanti, saat tubuh kita menjadi renta, kebahagiaan dunia tak lagi membahagiakan, kamu tetapkan dimana kita akan tinggal. Ntah itu sebuah rumah kecil yang jauh dari kemegahan atau di sebuah negara yang kamu diami sekarang, aku tak peduli. Aku hanya ingin tempat nyaman dimana aku bisa ngeteh berdua denganmu, salat berjemaah denganmu, duduk tadarus bersama denganmu, mengisi detikku bersamamu.

Karena di masa itu, aku hanya butuh senyummu yang menenangkanku, lalu menikmati hasil panen bibit yang kita tanam untuk negara ini, dan... menunggu bangunan cinta kita untuk mencapai tempat-Nya.

---

Hanya sebuah tulisan random.
NNP :)


1 komentar:

Anonim mengatakan...

Mulia sekali cita-citanya mba bella,
semoga bisa tercapai yaa