Kamis, 10 Mei 2012

Emotions, Heart's Voice, and Love

Beberapa minggu yang lalu gue ke kantor polisi untuk memperpanjang SIM, lalu terjadilah chit chat dengan pak polisi disitu. Ga jauh dari tempat gue ngobrol sama pak polisi, gue ngeliat ada bapak bapak serem banget lagi duduk, si pak polisi bilang "dia tuh pelaku pembunuhan loh nak", wah gue kaget banget, baru kali ini bisa ngeliat langsung pelaku pembunuhan, yg biasanya gue cuman bisa liat di Buser, Sergap, Patroli, dll.
Ternyata, si bapak ini membunuh orang karena katauan mencuri makanan di sebuah warung, waah.
Kata pak polisi, si bapak ini sudah biasa mencuri makanan agar bisa memenuhi kebutuhan istri dan anaknya.
Ngenes banget ceritanya, gue jadi mikir, sekejam-kejamnya orang kalo udah sayang sama seseorang pasti berusaha untuk membahagiakan orang tersebut. Nah disinilah peran orang yang disayang seharusnya dimanfaatkan untuk kebaikan.

Coba deh pikir kenapa sih orang bisa jadi jahat?
kenapa mereka melakukan perbuatan jahat? kenapa melanggar aturan? kenapa ada pembunuhan? perampokan? penculikan? korupsi? kok bisa tega dia ngelakuin itu? jawabnya ya karena nafsu, dari nafsu berujung ke emosi. Menurut gue nih, perbuatan jelek itu pasti karena nafsu kan? nafsu ingin uang banyak, nafsu ingin menang sendiri, nafsu ingin main terus, dll, lalu berujung ke emosi bagaimana cara bisa memenuhi nafsu itu. Contoh sederhananya, korupsi, kenapa orang pada pengin korupsi? karena ada nafsu ingin kaya, setelah kaya pasti akan dicintai istri dan bisa memenuhi kebutuhan anak, dll, jadi, 

Korupsi > kaya > bisa memuaskan diri dan anak/istri (ujung2nya untuk membahagiakan org yg dicintai)

Sebenarnya kata hati sih sudah tau kalo korupsi itu tidak boleh, tapi demi nafsu dan demi orang yang dicintai, mereka rela korupsi.
Hidup ini pilihan, kita memilih untuk mengikuti kata hati atau emosi. Kebanyakan orang yg berbuat kejelekan itu pasti mengikuti emosi, dan yang kebenaran pasti kata hati. Lalu bagaimana cara agar orang memilih kata hati? jawabnya, dengan bantuan orang yang dicintainya.

Andai semua istri pejabat mau hidup sederhana, membiarkan suami kerja halal, memberi pengertian untuk suaminya, berkomunikasi yang baik, dll. Karena gue yakin sekali kalau peran istri sangat berpengaruh dalam kerjaan suami.

Sekejam apapun orangnya, pasti ada sisi baik. Gue yakin deh John Key ada sisi baiknya, cuman, siapa orang yang bisa membuat John Key memilih suara hatinya? 
hahaha~

Tidak ada komentar: